Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata di Era Maraknya Penggunaan Gadget

    Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata di Era
               Maraknya Penggunaan Gadget
                              Oleh: Sinta


Sehat merupakan modal utama bagi perkembangan kehidupan manusia, 
karena kesehatan merupakan hal yang sangat diinginkan oleh setiap orang, baik sehat secara psikis, fisik, maupun sosial. Salah satu kesehatan yang sangat penting untuk dijaga, adalah kesehatan mata. Mata adalah anggota tubuh yang paling vital pada manusia. Mata yang kurang sehat akan memberikan dampak 
buruk bagi seseorang ,karna dapat menganggu aktivitas sehari-harinya (Purba,2017). 

Mata juga merupakan satu dari panca indra yang memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia yaitu sebagai organ penglihatan. Jika terjadi gangguan pada mata atau penyakit mata, maka akan sangat menggangu dan jika tidak ditindaklanjuti dapat berakibat sangat fatal bagi kehidupan manusia. Jadi sudah semestinya mata merupakan anggota tubuh yang perlu dijaga kesehatannya(Ongko,2013).

Gadget merupakan alat komunikasi yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Sehingga di era saat ini gadget berkembang dan menjalari semua orang. Gadget sangat berpengaruh terhadap perkembangan kehidupan manusia. Dan sangat membantu dalam memudahkan beberapa hal ,contohnya seperti bisa berkomunikasi jarak jauh dan keefektifan waktu,dan lewat gadget kita bisa menjual barang-barang. Akan tetapi kecanduaan dalam penggunaan gadget dan memainkannya dalam waktu jangka panjang akan berdampak bagi kesehatan mata. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan pada mata dan dapat mempengaruhi produktivitas seseorang. Jika terlalu sering menggunakan gadget dalam jangka waktu yang panjang 
maka akan menyebabkan mata menjadi minus (rabun jauh) dan bahkan sampai mengalami katarak.Mata minus atau miopia (rabun jauh) adalah suatu kelainan refraksi di mana sinar cahaya paralel yang memasuki mata secara keseluruhan dibawa menuju 
fokus di depan retina. Miopia, yang umum disebut sebagai rabun jauh merupakan salah satu dari lima besar penyebab kebutaan di seluruh dunia.(Wulandari,2018).

Katarak adalah kekeruhan pada lensa atau hilangnya transparansi lensa sehingga terjadi penurunan tajam penglihatan. Yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa, atau keduaduanya, seseorang yang mengalami katarak penglihatannya menjadi berkabut 
atau buram. Katrarak merupakan penyebab kebutaan terbanyak di dunia. (Rondonuwu,2014).

Untuk menjaga kesehatan mata, pertama-tama dimulai dari kesadaran diri kita 
sendiri akan penting nya kesehatan mata, dengan cara membatasi penggunaan 
gadget (handphone maupun komputer) yang dapat merusak kesehatan mata. Kemudian lindungi mata dari sinar UV, mata yang sering terpapar sinar ultraviolet akan beresiko mengalami katarak bahkan sampai kanker mata. Dan untuk menjaga kesehatan mata juga perlu memeriksa mata secara rutin 
kepada dokter mata, tujuan dari pemeriksaan mata secara rutin ini untuk mengetahui baik atau buruk nya kesehatan mata, jika kesehatan mata kita terganggu maka bisa cepat diketahui dan bisa di tangani oleh dokter mata. Tidak mengosok mata juga adalah cara yang sederhana untuk menjaga 
kesehatan mata, karna dengan mengosok mata akan menyebabkan pembuluh 
darah di mata mengalami kerusakkan dan akhirnya pembuluh darah tersebut bisa pecah.

Adapun cara penanganan miopi (rabun jauh) yaitu dengan penggunaan kaca mata atau lensa kontak. Selain itu juga bisa operasi dengan sinar laser (lasik), dalam operasi ini sinar laser akan digunakan untuk mengatur lengkungan kornea.

Menurut Menteri Kesehatan (Menkes), kebutaan karena penyakit katarak sebetulnya dapat dicegah melalui deteksi dini dan penanganan yang tepat agar tidak berlanjut menjadi kebutaan permanen. Pemeriksaan dini katarak khususnya bagi yang berusia 50 tahun ke atas, dapat dilakukan melalui 
kelompok/Posyandu, pemeriksaan di Puskesmas, Rumah Sakit dan sarana 
pelayanan kesehatan lainnya. Untuk itu perlu kerjasama dan dukungan dari Organisasi Profesi, Lintas Sektor, swasta, dan partisipasi dari masyarakat. Katarak juga dapat disembuhkan dengan perawatan pasca operasi. Perawatan pasca operasi juga sangat menentukan keberhasilan dari pengobatan katarak antara lain yaitu pengetahuan dan sikap dalam perawatan post operasi meningkatkan kualitas hidup pasien. (Ayuni,2018).


                      DAFTAR PUSTAKA

Ayuni,D., Q., & Dora,M., S.(2018). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Keluarga 
 dengan Perawatan Post Operasi Katarak di Poli Mata Rsud 
 Pariaman. Jurnal Kesehatan Medika Saintika. Volume 9(2), halaman
 29-30.

Ongko,E.(2013). Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit pada Mata. 
 Jurnal TIME. Volume 2(2), halaman 10.

Purba,W., Dkk.(2017). Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Mata 
 Katarak Menggunakan Konsep Metode Runut Mundur. Jurnal Sistem 
 Informasi Ilmu Komputer Prima. Volume 1(1), halaman 1-2.

Rondonuwu,R., Dkk.(2014). Hubungan Pengetahuan dengan Tingkat 
 Kecemasan pada Klien Operasi Katarak di Balai Kesehatan Mata
 Masyarakat (BKKM) Manado. JUIPERDO. Volume 3(2), halaman 27-28.

Wulandari,M., & Mahadini,C.(2018). Aku Punktur Titik Chengqi, Tongziliao dan 
 Yintang Dalam Memperbaiki Visus Kasus Myopia. Journal Of Vocation 
 Health Studies. Volume 2, halaman 57.


Website:

Mata: https://kmu.id/anatomi-mata/

Katarak: https://kmu.id/mata-katarak
 
Lasik: https://nationallasikcenter.id/lasik/

Dokter mata: https://doktermata.co.id/dokter-mata-konsultasi-kesehatan-mata/